Rabu, 20 Oktober 2010

Kelainan Refraksi Presbiop Hipermetropia Pada Pria Dewasa Tua
Dibuat oleh: Rindang Sitarani P,Modifikasi terakhir pada Wed 01 of Sep, 2010 [07:52 UTC]

Kelainan Refraksi Presbiop Hipermetropia Pada Pria Dewasa Tua



Abstrak

Kelainan refraksi adalah keadaan dimana bayangan tegas tidak dibentuk pada retina (macula lutea), tetapi dapat di depan atau dibelakang macula.Presbiopia disebut juga mata tua atau penglihatan tua yaitu keadaan dimana sinar datang sejajar tidak dapat dibiaskan tepat pada retina, tetapi tidak pada satu titik focus, dapat di depan ataupun dibelakang retina. Presbiopia merupakan perkembangan normal yang berhubungan dengan usia, dimana akomodasi yang diperlukan untuk melihat dekat perlahan-lahan berkurang. Hipermetropia dikenal juga dengan istilah hiperopia atau rabun dekat , dimana sinar dtang sejajar dibiaskan dibelakang retina, sehingga penderita sering mengeluhkan penglihatan dekat menjadi kabur. Pada pasien ini didapatkan keluhan kedua matanya teras kabur bila melihat dekat, silau jika melihat sorot lampu, dan mata terasa mudah lelah. Hal tersebut merupakan gejala- gejala adanya kelainan refraksi pada pasien tersebut.



Keyword : Kelainan refraksi, Presbiopia, Hipermetropia



History

Pasien pria berusia 61 tahun datang dengan keluhan kedua mata penglihatan kabur. untuk membaca terkadang kabur, terutama jika melihat dengan jarak dekat. mata terasa mudah lelah dan terasa memberat pada malam hari ketika melihat sorot lampu. hal ini sudah dirasakan sejak 2 tahun yang lalu SMRS (sebelum masuk rumah sakit), pernah dilakukan pengobatan sebelumnya. Tidak ada keluhan mata berbayang, nyeri kepala ataupun gambaran pelangi. Pasien sudah memakai kacamata sejak tahun 2008 tetapi tidak pernah kontrol rutin. dari pemeriksaan visus didaptkan hasil visus jauh OD (opticus dextra) 20/40 dan OS (opticus sinistra) 20/25, visus dekat OD add + 3,00 OS add + 3,00, koreksi OD £+1,00 => Dioptri 6/6 OS £ + 0,50, proyeksi sinar ODS baik, persepsi warna ODS baik, keluhan lain tidak ditemukan.

Diagnosis

ODS: presbiop hipermetropia

Terapi

Kacamata OD +1, 00 D add £ +3,00 D

Kacamata OS + 0,50 D add £ +3,00 D

Diskusi

Presbiopia merupakan keadaan refraksi mata dimana punctum proksimum (titik terdekat yang dapat dilihat dengan akomodasi yang maksimal) telah begitu jauh sehingga pekerjaan dekat yang halus seperti membaca, menjahit sukar dilakukan. 1
Pada presbiopia terjadi gangguan akomodasi pada usia lanjut. Presbiopia biasanya mulai muncul pada usia 40 tahun. Dengan bertambahnya usia maka semakin kurang kemampuan mata untuk melihat dekat. Presbiopia terjadi akibat lensa makin keras, sehingga elastisitasnya berkurang. Demikian pula dengan otot akomodasinya, daya kontraksinya berkurang sehingga tidak terdapat pengenduran zonula Zinnii yang sempurna. Orang yang lemah dengan keadaan umum yang kurang baik sering lebih cepat membutuhkan kacamata baca akibat presbiopia daripada orang sehat dan kuat

Gejala dan Tanda

Keluahan muncul pada saat membaca dekat. Semua pekerjaan dekat sukar dilakukan karena penglihatan kabur. Bila dipaksakan akan muncul keluhan lain yaitu berupa mata lelah, berair, dan sering terasa pedas. Penderita presbiopia memposisikan membaca dengan menjauhkan kertas yang dibaca, sukar melakukan pekerjaan dengan melihat dekat terutama di malam hari, sering memerlukan sinar yang lebih terang untuk membaca.

Koreksi mata


Untuk membantu kekurangan daya akomodasi pada presbiopia maka dapat dipergunakan lensa positif untuk menambah kekuatan lensa yang berkurang sesuai usia. Pada pasien presbiopia ini diperlukan kacamata baca atau adisi untuk membaca dekat yaitu :

• +1,0 D untuk usia 40 tahun
• +1,5D untuk usia 45 tahun
• + 2,0 D untuk usia 50 tahun
• + 2,5 D untuk usia 55 tahun
• + 3,0 D untul usia 60 tahun

Karena jarak baca biasanya 33 cm, maka adisi + 3,0 dioptri adalah lensa positif terkuat yang dapat diberikan pada seseorang. Pada keadaan ini mata tidak melakukan akomodasi bila membaca pada jarak 33 cm, karena benda yang dibaca terletak pada titik api lensa + 3,0 dioptri sehingga sinar yang keluar akan sejajar.

Hipermetropia adalah kelainan refraksi dimana dalam keadaan mata istirahat semua sinar sejajar yang datang dari benda-benda pada jarak tak terhingga dibiaskan dibelakang retina.

Berdasarkan penyebabnya, hipermetrop dibedakan menjadi:

a) Hipermetropia sumbu atau hipermetropia aksial merupakan kelainan refraksi akibat bola mata pendek atau sumbu anteroposterior yang pendek.

b) Hipermetropia kurvatur, dimana kelengkungan kornea atau lensa kurang sehingga bayangan difokuskan di belakang retina.

c) Hipermetropia indeks refraktif, dimana terdapat indeks bias yang kurang pada sistem optik mata, misalnya pada usia lanjut lensa mempunyai indeks refraksi yang berkurang.

Bentuk hipermetropia
Hipermetropia dikenal dalam bentuk :
1. Hipermetropia manifes ialah hipermetropia yang dapat dikoreksi dengan kacamata positif maksimal yang memberikan tajam penglihatan normal. Hipermetropia ini tediri atas hipermetropia absolut ditambah dengan hipermetropia fakultatif. Bila dilakukan pemeriksaan mata pada seorang hipermetropia dan dapat melihat jelas (visus 6/6) dengan ∫ +3,00 akan tetapi dapat menjadi lebih jelas dengan ∫ +3,50 maka dikatakan hipermetropia manifesnya adalah ∫ +3,50
2. Hipermetropia absolut, dimana kelainan refraksi tidak dapat diimbangi dengan akomodasi dan memerlukan kacamata positif untuk melihat jauh. Pada contoh di atas hipermetropia absolutnya bernilai ∫ +3,00.
3. Hipermetropia fakultatif, dimana kelainan hipermetropia dapat diimbangi dengan akomodasi ataupun dengan kacamata positif. Pasien yang hanya mempunyai hipermetropia fakultatif akan melihat normal tanpa kacamata. Bila diberikan kacamata positif yang memberikan penglihatan normal maka otot akomodasinya akan beristirahat. Pada contoh di atas maka hipermetropia fakultatifnya adalah ∫ +3,50 dikurang ∫ +3,00 atau 0,50.
4. Hipermetropia laten, di mana kelainan hipermetropia tanpa siklopegi (atau dengan obat yang melemahkan akomodasi) diimbangi seluruhnya dengan akomodasi. Hipermetropia laten hanya dapat diukur bila diberikan siklopegia. Hipermetropia laten merupakan selisih antara hipermetropia total dan manifes yang menunjukkan kekuatan tonus dari mm.siliaris. Makin muda makin besar komponen hipermetropia laten seseorang, makin tua seseorang akan terjadi kelemahan akomodasi sehingga hipermetropia laten menjadi hipermetropia fakultatif dan kemudian akan menjadi hipermetropia absolut. Hipermetropia laten sehari-hari diatasi pasien dengan akomodasi terus-menerus, terutama bila pasien masih muda dan daya akomodasinya masih kuat
5. Hipermetropia total ialah hipermetropia yang ukurannya didapat sesudah diberikan siklopegia. Hasil pengukuran lensa sesudah diberikan siklopegia (hipermetropia total) lebih besar daripada hipermetropia manifes.

Gejala dan Tanda

· Penderita hipermetropia sukar untuk melihat dekat dan tidak sukar melihat jauh. Penglihatan jauh dapat terganggu bila hipermetropianya tinggi melebihi daya akomodasi (hipermetropia manifes absolut)

· Dirasakan sakit kepala terutama di daerah dahi atau frontal

· Rasa silau, dan kadang rasa juling atau melihat ganda

· Mengeluh matanya lelah, panas, mengantuk dan sakit karena terus-menerus harus berakomodasi untuk melihat atau memfokuskan bayangan

Koreksi

Pada hipermetropia diperlukan lensa cembung atau konveks, agar sinar datang dapat diteruskan dan jatuh tepat pada retina. Pasien dengan hipermetropia sebaiknya diberikan kaca mata sferis positif terkuat atau lensa positif terbesar yang masih memberikan tajam penglihatan maksimal. Bila pasien datang dengan + 3,00 D ataupun dengan + 3,25 D dan memberikan ketajaman penglihatan normal, maka diberikan kacamata + 3,25 D. Hal ini untuk memberikan istirahat pada mata akibat hipermetropia fakultatifnya diistirahatkan dengan lensa positif.

Kesimpulan

Dengan usia yang bertambah mengakibatkan menurunnya kemampuan organ- organ dalam tubuh manusia, tak terkecuali mata. Lensa pada mata akan mengalami penurunan fungsinya sehingga kemampuan lensa untuk melenturkan diri menjadi berkurang. Kemampuan lensa untuk memperbesar daya pembiasannya disebut akomodasi. Pada presbiopia terjadi gangguan akomodasi pada usia lanjut. Dengan bertambahnya usia maka semakin kurang kemampuan mata untuk melihat dekat. Presbiopia terjadi akibat lensa makin keras, sehingga elastisitasnya berkurang. Demikian pula dengan otot akomodasinya. Sedangkan hipermetropia disebabkan oleh panjangnya bola mata yang lebih pendek. Akibat bola mata yang lebih pendek, bayangan benda akan difokuskan di belakang retina atau selaput jala.

Referensi

1. Wijaya N. 1989. Ilmu Penyakit Mata. Cetakan ke-5. Jakarta: Binarupa Aksara.

2. Ilyas S.2001. Penuntun Ilmu Penyakit Mata. Jakarta: FK UI.

3. Olver, J. Cassidy, L., 2005 Correction and Refractive Errors. Ophtalmology At a Glance: Blackwell publishing company.

4. Schlote T, Rohrbach J, Grueb M, Mielke J., 2006 Refraction. Pocket atlas of ophthalmology.

Penulis

Rindang Sitarani P, Bagian Ilmu Penyakit Mata RSUD Temanggung

http://www.fkumyecase.net/wiki/index.php?page=Kelainan+Refraksi+Presbiop+Hipermetropia+Pada+Pria+Dewasa+Tua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar