HIPERMETROPIA
Mata hipermetropia / rabun dekat mempunyai kekuatan refraksi yang lemah, sinar sejajar yang dating dari obyek terletak jauh tak terhingga dibiaskan dibelakang retina. Berdasarkan struktur bola mata dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu : hipermetropia axial, hipermetropia kurvatura, hipermetropia indeks refraksi dan perubahan posisi lensa.
Berdasarkan akomodasi hipermetropia dibedakan secara klinis menjadi : Hipermetropia manifest, hipermetropia manifest absolute, hipermetropia manifest fakultatif, hipermetropia laten dan hipermetropia total.
Hipermetropia dapat dikenali dengan beberapa gejala sebagai berikut :
- Biasanya pasien pada usia tua mengeluh pengelihatan jauh kabur.
- Pengelihatan dekat lebih cepat buram. Akan lebih terasa pada keadaan kelelahan atau penerangan yang kurang.
- Sakit kepala pada daerah frontal dan dipacu oleh kegiatan melihat dekat dalam jangka panjang. Jarang terjadi di pagi hari, cenderung terjadi setelah siang hari dan membaik spontan bila kegiatan melihat dekat dihentikan.
- Eyestrain / ketegangan pada mata
- Sensitif terhadap cahaya
- Spasme akomodasi, yaitu terjadinya cramp . ciliaris diikuti pengelihatan buram intermiten.
Hipermetropia dikoreksi penuh apabila disertai esophoria, apabila disertai strabismus konvergen dikoreksi total. Sebaliknya apabila disertai exoporia diberikan under koreksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar