Rabu, 20 Oktober 2010

HIPERMETROPIA (MATA PLUS).

3. HIPERMETROPIA (MATA PLUS).

Berbeda dengan mata yang mengalalmi gangguan Miopia (Mata Minus), orang yang derita gangguan mata Hipermetropia (Mata Plus) masih bisa melihat benda yang jaraknya jauh dengan jelas tetapi sebaliknya melihat benda jarak dekat dengan tidak jelas. Karena itu penderita Hipermetropia (Mata Plus) mengalami kesulitan untuk membaca, menulis atau memasak jika tidak menggunakan kacamata. Kelainan mata Hipermetropia (Mata Plus) terjadi karena jarak antara kornea dan retina berkurang dari jarak normal 24 mm. Pada keadaan tersebut di atas kornea mata akan menerima sinar pada titik yang tepat sehingga penglihatannya sangat jelas.

Pada saat melihat jarak dekat, mata pada penderita mata plus tidak mampu untuk mengikat cahaya. Kemampuan refraktif pada mata tidak cukup. Pada retina penglihatan jadi tidak jelas. Sedangkan cahaya dari jarak jauh bisa di terima secara normal. Penderita hipermetropia bisa melihat jelas untuk jarak jauh, dan sebaliknya untuk jarak dekat tida bisa melihat dengan jelas. Ziliar yang berfungsi sebagai alat fokus pada lensa mata pada saat merubah dan penglihatan jauh ke penglihatan dekat lebih banyak mendapat beban jika penderita hipermetropia jarang bisa mengistirahatkan mata.

Untuk mediagnosis hipermetropia bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis mata atau periksa di toko optik. Pada umumnya hipermetropia ringan bisa dikoreksi dengan kacamata. Sementara itu, untuk plus tinggi diperlukan operasi refraktif.

Dengan menggunkan tetes mata herbal keben, hipermetropia (mata plus) dapat menyembuhkannya secara total.


http://radixvitae.com/index.php?id=26&id_tipssehat=57

Tidak ada komentar:

Posting Komentar